Bullet Journaling

Setelah lama tertunda, bulan November ini akhirnya saya mulai membuat bullet journal. Dari dulu sih saya rajin bawa notebook di tas, tapi fungsinya lebih buat coret-coret ide tulisan alih-alih sebagai planner. Kali ini ceritanya saya mau adulting dulu, jadi orang yang lebih organized.

Berhubung saya ga bisa gambar dan tulisan tangan juga pas-pasan, jangan dibandingkan dengan bujo ala Instagram tentunya. Jauh.

In terms of apa saja yang dibutuhkan, I keep it at the bare minimum.

Yang pertama: notebook. Pengennya sih ya beli Leuchtturm 1917 tapi sebagai pemegang prinsip ngapain-mahal-kalo-bisa-murah, akhirnya saya memberdayakan notebook gratisan dari kantor suami yang lama.

Kertasnya dotted, agak tipis jadi gampang tembus. Sampulnya hard cover. Ada tali pembatasnya tapi sayang ga ada pen holdernya. Karena saya butuh banget media buat bawa pulpen, akhirnya bikin sendiri. Modal karet elastis dan benang jarum doang lol.

image

Kedua, pulpen. Tadinya saya pakai pulpen Staedtler Triplus, tapi tembus cyin. Jadi ganti ke pulpen Boxy doang. Murah cuma tujuh ribuan. Saya pakai warna hitam doang, soalnya ga mahir memadupadankan warna. Dan pengen ngirit juga lol.

Ketiga, washi tape (opsional). Ini bisa buat pembatas atau dekorasi. Saya pakai dikit doang sih, itu pun hasilnya kurang bagus wajaja.

Lalu isinya apa aja?

Ada kalender dan Future Log buat mencatat acara penting dalam setahun. Future log saya mah kosong karena saya ga banyak acara.

Setelah itu saya juga bikin Cleaning Log buat mencatat kapan tanggal terakhir servis AC, bersihin ruang cuci, dll. Ga usah difoto lah ya, ntar ketauan malesnya.

Selanjutnya ada Monthly Log. Seperti ini penampakannya. Banyakan kosongnya karena hidup saya quite uneventful wajaja.

image
Monthly Log

Dalam sebulan saya mencatat Reading Progress. Saya menyediakan dua halaman buat ini, tapi kayanya kebanyakan sis. Lol. Rupanya saya ga membaca sebanyak yang saya sangka.

Reading Progress

Word Count Tracker gunanya buat mencatat berapa kata yang saya tulis dalam sehari. Bentuknya tabel begini doang sih.

image
Word Count Tracker

Selanjutnya ada Expense Tracker buat mencatat pengeluaran.

image
Expense Tracker

Jurnal ini ga cuma buat mencatat log pribadi saya. Kebiasaan Amel juga dicatat dalam Habit Tracker kaya gini.

image
Habit Tracker

Itu semua periodenya bulanan ya. Sekarang yang mingguan dicatat dalam Weekly Log. Awalnya saya bikin kaya gini:

image
Weekly Log

Tapi rupanya terlalu lowong, sodara-sodara. Secara saya ga banyak acara dan ga banyak daily goal juga selain staying alive dan menulis 500 kata sehari, yang sudah dicatat dalam Word Count Tracker.

Nah karena layout minggu pertama itu buang-buang space aja, buat minggu kedua saya jatahi satu halaman aja. Nyoba bikin kaligrafi tapi fail.

image
Weekly Log

Memasuki minggu ketiga, standar semakin rendah.

image
Weekly Log

Terakhir, saya juga punya seksi Brain Dump buat mencatat ide-ide tulisan. Bagian inilah yang paling mirip dengan jurnal saya yang lama. Letak dan jumlah halamannya random aja, tergantung sebanyak apa dan kapan idenya muncul. Gambarnya ga dipajang soalnya rahasia bahaha.

Saya ga bikin Gratitude Log karena not my style ah. Tapi kadang-kadang saya nyelipin quote di bullet journal ini.

image
Quote
Advertisements

2 thoughts on “Bullet Journaling”

  1. Bukunya bagus mbak, aku sulit nyari note book yg kek gitu di Bandung #mager ngubek hehe. Kaligrafinya juga bagus ah hehe

    Iya aku juga suka bikin bujo begini, tapi suka berakhir terlupakan haha,

    semangat terus ngebujo mbakkk 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s